IM

Sunday, March 14, 2010

Awal Penyebaran Islam di Jawa

Proses penyebaran dan perkembangan awal Islam di berbagai wilayah di Indonesia melalui berbagai cara yang dapat diterima oleh masyarakat. Agama Islam dengan mudah dapat diterima oleh bangsa Indonesia, hal ini tidak terlepas dari peran pedagang, perkawinan, pendidikan dan peran ulama. Pada awalnya perdagangan dan perkawinan merupakan jalan utama masuknya Islam ke Indonesia. Para pedagang yg datang ke Indonesia tidak membawa serta keluarganya, mereka kemudian menikah dengan orang pribumi dan mengislamkannya, begitulah pola-pola yang terjadi kemudian antara para saudagar kawin dengan orang lokal tersebut, mereka ikut mengembangkan bentuk masyarakat Islam terutama di pantai-pantai kepulauan Indonesia.
Diantara kedua faktor diatas, pengembangan Islam awal tidak lepas dari peran ulama yang melakukan dakwah di Indonesia. Para ulama tersebut melakukan dakwah dengan pendekatan sosial budaya, mereka menggunakan budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam didalamnya, atau dengan kata lain disebut akulturasi, misalnya upacara sekaten sebagai peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Kraton Surakarta dan Jogjakarta. Kesenian wayang yang masih dilestarikan tetapi sudah dialiri nafas Islam. Contoh lainnya ialah Bustanus Salatina dari Aceh, Hikayat Banjar, dan serat Sana Sunu. Selain dengan akulturasi, penyiaran Islam juga mencampurkan antara kepercayaan Islam dengan kepercayaan lain, baik itu Budha, Hindu ataupun Dinamisme dan Animisme yang sangat kental di Indonesia.
Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.
Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil’alamin.

Daftar Pustaka :
Akbar S. Ahmed. 2003. Rekonstruksi Sejarah Islam: Ditengah pluralitas agama dan peradaban. Jogjakarta: Fajar Pustaka Baru.
H.J. De Graaf dan TH. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Kuntowijoyo. 1985. Dinamika Sejarah Umat Islam Indonesia. Jogjakarta: Shalahudin Press.
Karen Amstrong. 2003. Islam: Sejarah Singkat. Jogjakarta: Jendela.
Slamet Muljana. 1968. Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Jakarta.
http://syafii.wordpress.com/2007/05/11/sejarah-islam-di-indonesia/

Dasar-dasar Pertolongan Pertama

Dasar-Dasar Pertolongan Pertama

Pengertian
Pemberian pertolongan yang bersifat segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah cacat atau maut
Tujuan
1. mencegah kematian
2. mencegah kecacatan lebih lanjut
3. mencegah terjadinya infeksi
4. mengurangi rasa sakit
5. memberi rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
6. mengusahakan perawatan serta pengobatan yang layak

Macam obat dan kegunaannya
Pada prinsipnya semua obat adalah racun. Yang membedakan antara obat dan racun hanya takaran dan indikasinya. Oleh karena itu, tidak semua orang mempunyai kemampuan dan hak untuk memberi obat. Obat hanya merupakan kebutuhan sekunder dalam pertolongan pertama.

Penggolongan Obat
Pemerintah Indonesia membagi obat menjadi empat golongan, antara lain :
Ad.1; Obat Bebas
Merupakan obat-obat yang tidak memiliki ketentuan penggunaan khusus dan dapat dikonsumsi atau digunakan dengan tidak terbatas, pada kemasan buatan pabrik ditandai dengan lingkaran hijau. Contoh Vitamin C, Multivitamin, Norit, Boorwater (sekarang sudah tidak dianjurkan untuk digunakan) dan Oralit.
Ad.2; Obat Bebas Terbatas
Merupakan obat berizin yang dapat dibeli bebas di pedagang eceran tanpa harus ke apotek pada kemasan ditandai dengan lingkaran biru. Memiliki ketentuan penggunaan khusus berupa dosis (takaran), petunjuk penggunaan dan kontraindikasi (kondisi yang merugikan) penggunaan obat, tercantum pada kertas etiket ataupun pada kemasan obat tersebut.Contoh :Aspirin, parasetamol, Antalgin, Asam Mefenamat, CTM, dan lain-lain.
Ad.3; Obat Keras
Merupakan obat-obat yang didapatkan hanya dengan izin dokter yang diketahui apoteker, dengan menebus resep di apotek. Memiliki petunjuk penggunaan yang lebih spesifik dan penggunaannya harus berhati-hati. Contoh : semua obat injeksi (suntik), antibiotika, obat-obat jantung dan lainnya.
Catatan : Pada umumnya antibiotik diberikan minimal untuk 3 hari pakai, bila konsumsi obat sudah dihentikan kurang dari 3 hari atau kurang dari waktu yang ditentukan maka berakibat fatal bagi konsumen obat.
Ad.4; Obat Narkotika
Merupakan obat-obat yang didapatkan hanya dengan izin dokter dan penggunaannya terbatas. Tidak semua apotek menyediakan, penyalahgunaan obat-obat golongan ini dikenakan hukuman pidana. Contoh : Opium, Morfin, Kodein dan obat- obat penenang.

Farmakologi Praktis
1. Obat yang bekerja pada pencernaan
a. Antasida
Khasiat : obat tukak lambung (rasa perih atau terbakar pada lambung yang disebabkan adanya luka pada lambung yang teriritasi oleh asam lambung). Antasida mengandung alumunium hidroksida yang dapat menetralkan asam lambung sehingga mengurangi rasa sakit pada penderita tukak lambung. Berbentuk tablet atau serbuk berwarna hijau, atau larutan putih.
Merupakan obat telan. Untuk mempercepat efek, antasida perlu dikunyah terlebih dahulu. Saat mengkonsumsi antasida, penderita disarankan untuk tidak meminum obat lain karena akan mengurangi kerja obat lain tersebut. Contoh obat paten yang mengandung antasida adalah Alumy, Konimag, Mylanta, Promag, Waisan.
b. Antidiare
Diare : buang air besar dalam bentuk cair dan dalam frekuensi yang tinggi (sering). Pengobatan diare harus melihat penyebab-nya, disebabkan oleh infeksi bakteri atau amoeba, hipersensitif terhadap makanan atau minuman tertentu, keracunan dan sebagainya. Menghentikan diare tanpa menghilangkan penyebabnya tidak dibenarkan.
Obat anti diare sebagian besar adalah absoben (penyerap), misalnya norit yang berisi karbon aktif untuk mengabsorbsi racun atau senyawa lain penyebab diare. Dan kombinasi kaolin+pektin yang terdapat pada obat-obat anti diare komersial. Contoh obat patennya antara lain Neo Entrostop dan Norit. Selain itu ada juga obat golongan jamu yang dapat meredakan diare seperti Diapet atau Newdiatabs.
c. Oralit
Tindak lanjut dari pengobatan diare adalah mencegah agar cairan tubuh dapat tergantikan secara cepat. Karena keadaan diare, muntah berat, serta berkeringat banyak, baik yang nampak maupun tidak (menguap) dapat menyebabkan kekurangan cairan atau gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh yang disebut dehidrasi. Usaha untuk mengganti cairan harus disertai dengan memperbaiki keseimbangan elektrolit tubuh. Cairan yang memenuhi syarat diantaranya adalah oralit, yaitu cairan yang mengandung unsur kimia yang dibutuhkan tubuh seperti natrium, kalium, kalsium, klorida, karbonat, fosfat, dan glukosa. Bila tidak ada oralit, dapat menggunakan larutan gula garam dengan perbandingan 4:1 dalam segelas air hangat (±200ml).

2. Obat yang bekerja pada pernafasan
a. Antiasma
Asthma bronchiale merupakan penyakit alergi kronis dengan tanda serangan sesak nafas akut disertai batuk. Pada serangan berat kulit penderita berwarna biru karenakekurangan oksigen, penderita sulit bernafas hingga kandung-an CO2 dalam darah naik dan memperbesar perasaan cemas.
Antiasma yang sering digunakan adalah campuran teofilin dan efedrin. Sedangkan oksigen tabung pada Oxycan digunakan untuk mempercepat masuknya oksigen ke paru-paru sehingga mengurangi kecemasan dan memberi rasa nyaman pada penderita. Contoh obat patennya antara lain Asmadex, Asmasolon, Asthma, Neo Napacin.
b. Antialergi (antihistamin)
Obat antihistamin yang sering digunakan adalah klorfeniramin maleat atau lebih dikenal dengan CTM. Berkhasiat mengurangi peradangan terutama karena alergi dengan cara berkompetisi dengan mediator terhadap reseptor histamin. Efek samping obat ini adalah perasaan mengantuk, pusing, penglihatan kabur dan sebagainya. CTM biasanya berbentuk tablet berwarna kuning.
Antihistamin juga dapat digunakan sebagai obat mual, obat antihistamin yang biasa digunakan adalah Antimo yang mengandung dimenhidrat. Namun mual biasanya lebih banyak disebabkan oleh adanya gangguan pada sistim syaraf seperti vertigo atau motion sickness.
c. obat lain yang bekerja pada pernafasan antara lain gliseril guaikolat (GG), sebagai obat batuk kering yang berbentuk tablet merah muda dan fenilpropanolamid yang banyak terdapat pada obat–obat flu komersial yang memiliki efek dekongestan atau melancarkan pernafasan hidung. Obat ini berefek samping menimbulkan rasa kantuk.

3. Obat yang bekerja sebagai analgesik (pengurang rasa sakit) dan antipiretik (penurun panas)
a. Asetosal
Khasiatnya:
• Mengurangi rasa sakit
• Menurunkan demam
• Mengurangi peradangan
• Memudahkan pengeluaran asam urat
Obat ini rasanya kecut/asam dan dapat merangsang selaput lendir lambung sehingga tidak boleh dikonsumsi pada kondisi perut kosong. penderita maag, anak-anak, dan wanita hamil. Obat ini mempunyai efek samping memperpanjang waktu perdarahan.Pada anak-anak, dosis yang berlebihan dapat menimbulkan keracunan. Asetosal juga dikenal dengan nama asam asetilsalisilat atau Aspirin.
b. Antalgin
Khasiatnya:
• Menghilangkan rasa sakit
• Menurunkan demam
• Mengurangi radang
Efek samping :
• mengiritasi selaput lendir lambung sehingga dilarang dikonsumsi pada keadaan perut kosong dan penderita maag,
• menimbulkan edema dan agranulositosis, yaitu keadaan tidak terbentuknya sel-sel darah putih sehingga pertahanan badan terhadap infeksi hilang.
Obat ini merupakan turunan dari pirazolon, contoh obat patennya Novalgin
c. Parasetamol
Parasetamol merupakan obat yang tergolong satu keluarga dengan fenasetin. Banyak obat komersial yang mengandung parasetamol. Obat ini berkhasiat menghilangkan rasa sakit dan menurunkan demam. Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati. Contoh obat paten yang mengandung parasetamol antara lains Biogesic, Bodrex, Panadol, Pyex, Sanmol. Contoh obat paten yang mengandung kombinasi parasetamol dengan senyawa lain ialah Decolgen, Intunal, Inza, Paramex, Procold, Sanaflu, Stop Cold, Ultraflu.
d. obat-obat analgesik lain yang biasa digunakan adalah ibuprofen dan asam mefenamat atau Ponstan (biasanya untuk sakit gigi) dan obat-obat komersial tertentu untuk mengurangi nyeri yang disebabkan datang bulan. Obat-obat analgesik biasanya bebentuk tablet putih dan ada beberapa obat yang nama dan produsennya tercetak pada obat.

4. Antiseptik dan desinfektan
 Iodine
Iodium tincture merupakan desinfektan yang dapat membunuh virus, bakteri, dan jamur dengan merusak potein yang terdapat pada sel. Cairan ini berwarna coklat kehitaman, menimbulkan iritasi pada jaringan yang terkena sehingga dapat menimbulkan peradangan. Oleh karena itu, jangan berikan iodine pada luka terbuka atau jaringan hidup. Setelah diolesi obat ini sebaiknya luka dibersihkan dengan desinfektan lain seperti alkohol 70%, kemudian ditutup dengan kasa steril. Iodine terdapat pada Betadine.
 Alkohol 70%
Alkohol 70% berbentuk cairan bening yang memberi rasa dingin pada pemukaan kulit. Merupakan desinfektan tidak iritatif namun dapat menimbulkan rasa perih, karena mekanisme kerjanya mengendapkan protein dan mengganggu sistem enzim pada sel. Biasanya digunakan untuk mendisinfeksi daerah yang akan disuntik atau pada tindakan operatif lain seperti pada langkah persiapan mengambil mata bisul.
 Rivanol
Rivanol atau ethakridin laktat adalah jenis desinfektan yang lain. Berbentuk cairan berwarna kuning. Karena rivanol meru-pakan basa amonium yang mempunyai mekanisme modifikasi dinding sel, maka rivanol memiliki toksisitas rendah dan penggunaannya tidak menyebabkan rasa perih.

5. Obat gosok
Obat gosok menjadi pilihan aman saat obat-obat sistemik yang dibutuhkan tidak ada, dikarenakan obat gosok tidak memiliki pengaruh langsung pada metabolisme kimiawi tubuh. Obat-obat gosok memiliki kelebihan mampu memberi rasa hangat pada permukaan tubuh yang menimbulkan rasa nyaman bagi penderita.
Pada penderita kram dan keseleo, panas obat gosok membantu mengendurkan otot-otot sehingga mempermudah pengembalian kerja otot yang terganggu.
Obat gosok seperti minyak angin atau minyak kayu putih dapat memberikan kehangatan dan kenyamanan secara inhalasi (melalui pernafasan) yang sedikit banyak dapat mengurangi pusing dan mual.

6. Anastetik lokal
Anastetik atau pemati rasa dibutuhkan sebagai obat-obatan yang membantu pertolongan pertama. Pada konteks ini, yang dimaksud anastesi lokal adalah obat pemati rasa nonsistemik seperti Etil klorida maupun es batu.
Rasa dingin yang diberikan oleh Etil membuat jaringan yang mengalami trauma terbekukan begitu pula sel syaraf pada jaringan sehingga tubuh tidak merasakan sakit pada jaringan tersebut.
Catatan : Etil tidak boleh dipergunakan pada luka terbuka maupun daerah sekitar membran, misalnya daerah sekitar mata.

Bahaya Penggunaan Obat
1. Reaksi alergi seperti gatal-gatal dan kulit merah serta timbul ruam dan penjendalan darah; termasuk bahaya yang tergolong ringan.
2. Terjadinya sesak nafas dan muntah berak serta syok anafilaktik; merupakan bahaya yang tergolong berat.
3. Keracunan. Dapat terjadi karena overdosis maupun penyalahgunaan obat baik yang disengaja maupun tidak. Efek yang timbul akibat keracunan obat, antara lain:
 obat penghilang nyeri (aspirin, parasetamol, dll): sakit di bagian perut, mual, muntah (mungkin berdarah), telinga berdengung, nafas berdesah
 obat penekan sistem saraf (barbiturat dan obat penenang): mengantuk dan tidur kemudian tidak sadar, nafas dangkal, nadi lemah, tidak teratur, mungkin lambat atau cepat
 stimulan dan halusinogen (amfetamin, LSD, kokain): hiperaktif, berkeringat, tangan tremor, dan halusinasi.
 Narkotika: pupil mengecil, lamban, kesadaran menurun hingga tidak sadar, nafas lambat, dangkal, bisa menimbulkan henti nafas .
Tindakan penanganan : mengeluarkan atau memuntahkan obat dan mempertahankan pernafasan serta fungsi kardiovaskuler (nadi dan jantung) lalu secepatnya dibawa ke rumah sakit (sebisa mungkin dengan membawa sisa obat dan muntahan).
Kasus-kasus pada waktu ospek/inisiasi kampus
Pingsan/collaps/kelenger
Gangguan ini dapat membaik sendiri dalam beberapa menit jika faktor penyebabnya dihilangkan. Gejala dan tanda yang nampak secara umum antara lain: kesadaran umum menurun, pucat, berkeringat dingin, dan nadi cepat/tidak teraba.
Syok/shock/renjatan
Syok terjadi karena adanya gangguan pada system peredaran darah sehingga alat-alat tubuh kehilangan cairan dan zat-zat yang diperlukan. Penderita akan mengalami penurunan kesadaran, gelisah atau diam, kulit dingin, lembab dan pucat, mual, bibir kering dan haus, badan lemah, mengantuk, manik mata melebar, nafas tidak teratur (cepat dan dangkal), nadi cepat (lebih dari 140 kali permenit) kemudian melemah dan menghilang.
Tindakan pertolongan:
 Kenali penyebabnya
 Baringkan korban dengan posisi kepala lebih rendah dari jantung, kecuali ada tanda- tanda gegar otak atau patah tulang yang berpengaruh pada kepala
 Oksigenasi yang cukup/adekuat
 Hentikan perdarahan bila ada
 Selimuti tubuh korban
 Secepatnya bawa kerumah sakit.
Kejang/spasme
Terjadi karena kontraksi otot secara mendadak, terus menerus, diluar kesadaran dan kebiasaan normal. Jika otot berkontraksi secara terus menerus tanpa istirahat disebut kejang tonik. Tetapi jika disertai relaksasi disebut kejang klonik. Kejang klonik yang terjadi di seluruh tubuh disebut konvulsi. Penyebabnya antara lain:
 Adanya rangsangan yang kuat dan lama terhadap fisik yang mengenai sel saraf maupun psikis seperti pemaksaan, ancaman, rasa ngeri, dll.
 Kehabisan tenaga/lelah, misalnya bekerja terus menerus, kurang gizi, dll.
 Aliran darah tidak mencukupi, misalnya adanya sumbatan, penyempitan maupun tekanan pada pembuluh darah, perdarahan dan anemia.
 Penyakit-penyakit tertentu, misalnya penyakit ginjal, gangguan saraf otak, dll.
Histeria
Adalah kelainan jiwa pada seseorang untuk mendapatkan perhatian dengan cara mendadak tidak sadar, kejang-kejang, lumpuh tidak bisa berjalan, mati rasa, sampai keluhan kebutaan. Penanganannya yaitu tenangkan korban, bawa ke tempat yang tenang dan dampingi terus.
Dehidrasi
Adalah kekurangan cairan dalam tubuh yang disebabkan kurangnya pemasukan dan atau pengeluaran secara berlebihan, misalnya pada keadaan mencret disertai muntah, sakit, kurang makan/minum dan sebagainya. Bahaya lain yang dapat timbul yaitu kram otot, syok, dan heat stroke. Gejala dehidrasi antara lain:
- Mulut kering dan merasa haus
- Kulit tidak lagi elastis/kenyal
- Air seni sedikit dan berwarna kuning gelap
Tindakan penolongan
Dehidrasi dapat dicegah dengan minum air/air teh ditambah gula dan garam atau larutan oralit. Tindakan pertolongannya yaitu menghindarkan korban dari keadaan yang dapat memperberat dehidrasi. Jika korban sadar, berikan larutan gula garam atau oralit atau minum sebanyak-banyaknya. Jika keadaan tidak membaik, segera bawa ke rumah sakit.
Migrain
Gejalanya yaitu nyeri hebat pada kepala dan menusuk pada satu sisi, penglihatan kabur, kesemutan dan mati rasa pada kaki/tangan, muntah. Keadaan ini terjadi karena makan tidak teratur, gizi buruk, kurang tidur.
Pertolongannya dengan membaringkan korban ditempat sunyi dan gelap, rileks, dan beri minum teh hitam pekat atau kopi kental.
Influenza
Gangguan ini disebabkan virus dengan gejala yang timbul yaitu menggigil, demam, sakit kepala, nyeri otot pinggang dan anggota gerak, lemah, berkeringat, kerongkongan sakit, batuk, hidung berair dan suhu tubuh naik. Pertolongannya dengan istirahat cukup, banyak minum air putih, kompres dingin pada dahi dan bawa ke dokter.
Cegukan
Keadaan ini disebabkan oleh kontraksi diafragma yang tidak dapat dikendalikan dan menutup sebagian trachea. Keadaan ini dapat berlangsung singkat maupun lama sehingga tidak mengenakkan, melelahkan dan menyakitkan. Pertolongan dilakukan untuk meningkatkan kadar karbondioksida darah untuk sementara. Caranya:
- Arahkan korban untuk duduk tenang dan menahan nafasnya selama mungkin
- Beri minum dari cangkir atau gelas dari sisi yang berlawanan
- Korban disuruh bernafas melalui kantong kertas selama satu menit
Jika keadaan ini berlangsung beberapa jam, segera bawa ke dokter.
Alergi
Terjadi sebagai reaksi sampingan akibat hipersensivitas terhadap zat-zat yang tertentu yang biasanya tidak berbahaya bagi tubuh. Reaksi ini berupa serangkaian proses penolakan tubuh terhadap zat tersebut dengan melepas mediator tertentu, seperti histamin, kinin dan sebagainya. Mediator itulah yang menyebabkan gejala alergi. Ada tiga macam alergi yang ketiganya dapat saling tumpang tindih antara lain:
- Alergi respirasi mengakibatkan sesak nafas (asma), syok anafilaktik, dan demam hay. Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi yang merata di seluruh tubuh ini dan dapat mengakibatkan kematian.
- Alergi usus yang menyebabkan muntah, sakit perut dan diare.
- Alergi kulit berupa radang kulit (eksema), timbulnya bintik-bintik merah pada kulit yang gatal sampai timbulnya gelembung yang berisi cairan
Pertolongan ditujukan untuk mengenal masalah dan gejala fisiknya. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit.
Asma
Penyakit ini disebabkan oleh penyempitan jalan nafas akibat kejang otot. Korban kesulitan bernafas, nafas berbunyi, tegang dan cemas, kulit biru (sianosis) sampai tidak sadar atau tidak bernafas sama sekali. Pertolongan dilakukan untuk melegakan pernafasan dengan cara :
- Pindahkan korban ke tempat yang berudara segar dan tenangkan korban.
- Arahkan untuk duduk bersandar ke depan sambil berpegangan atau posisi duduk bersandar.
- Jika korban memiliki obat, suruh ia menggunakannya.
- Kontrol ABC dan bawa ke rumah sakit.

oleh : kun

Dewa Ruci danFalsafah Jawa

Dalam pewayangan Dewa Ruci dilukiskan ukuran tubuhnya hanya sebesar kelingkng Bima. Diceritakan Dewa Ruci bertemu dengan Bima ksatria Pandawa itu di Tegalsamodra atau pusat samudra. Dalam pewayangan lakon Dewa Ruci atau sering juga disebut dengan lakon Nawaruci, walaupun tubuhnya sekecil itu namun telinganya dapat dimasuki oleh Bima yang bertubuh tinggi dan besar. Di dalam tubuh Dewa Ruci, Bima merasa dapat menyaksikan matahari, bulan dan jagat raya. Disitulah Bima mendapat wejangan kerohanian, mengenai apa sebenarnya arti hidup dan hakekat kehidupan. Dewa kerdil itu juga dikenal dengan Dewa Bajang atau Marbudingrat.
Para peminat wayang purwa di Indonesia menilai lakon Dewa Ruci sesungguhnya menceritakan perlambangan manusia yang mencari pribadinya, yaitu mencari kebenaran sejati dalam jatidirinya.
Hal tersebut dikisahkan dalam perjalanan Bima mencari sejatining pribadi. Bima di gambarkan berperwatakan tinggi, besar, gagah, berkumis dan berjenggot. Ia mempunyai kuku panjang dan kuat, yang menjadi senjata alamiah disebut kuku Pancanaka. Di kalangan penggemar pewayangan, Bima dianggap mewakili karakter seoang yang jujur, lugas, tidak pandang bulu, ulet tidak pernah putus asa, spontan dan tidak pernah menghindari tantangan. Namun dilain mempunyai sikap yang baik tersebut, Bima juga dikenal sebagai Ksatria yang tidak mengenal belas kasihan terhadap musuhnya yang jahat. Kepala Dursasana dan patih Sengkuni yang dibencinya, Bima melampiaskan dendamnya dalam Baratayuda. Setelah dibunuh, Dursasana dirobek dadanya dan dihirup darahnya. Sedangkan Patih Sengkuni selain dipatahkan kaki dan tangannya, disobek kulitnya, dan juga dirobek mulutnya.
Kebulatan hati dan sifatnya yang pantang menyerah dibuktikan Bima waktu Pandita Drona menyuruhnya mencari Tira Prawitasari. Selain selalu menjunjung tinggi perintah gurunya, Bima sendiri memang bertekad tidak akan berhenti sebelum apa yang dicarinya diperoleh.
Bima diutus untuk mencari "air kehidupan" yang dianggap terdapat di pegunungan Reksa Muka (simbol dari lima indera manusia). Bima tidak menemukan benda tersebut Dalam pengembaraan mencari air suci Prawitasari itu Bima harus menghadapi berbagai ritangan dan tantangan namun semua dihadapi dan dapat ditanggulanginya. Diantaranya di Gunung Candramuka ia harus melawan dua raksasa sakti bernama Rukmuka dan Rukmakala. Kedua raksasa kembar tersebut hampir saja membunuhnya. Setelah kedua rakasasa itu dikalahkan Bima, mereka berubah wujud menjadi dewa-dewa yaiu Batara Endra dan Batara Bayu. Kedua raksasa tersebut kemudian memberi tahu Bima bahwa air kehidupan tidak terdapat di tempat itu.
Bima kembali untuk menemui Durna untuk meminta tambahan keterangan. Durna mengatakan bahwa air kehidupan itu terdapat di dasar lautan. Bima kemudian mohon pamit pada ibu dan saudara-saudaranya untuk mengembara. Meskipun mereka menahannya, Bima tetap berangkat. Ketika memasuki lautan yaitu di Teleng Samudra, dia diserang oleh seekor ular besar yang hampir membunuhnya yang bernama Nawawata atau Nemburnawa. tetapi dengan kekuatan kuku Pancanakanya, dia dapat membunuh ular tersebut.
Makin dalam memasuki lautan, Bima menjadi tidak sadarkan diri. Ketika ia membukakan matanya, ia melihat mahluk seperti dirinya, tetapi dalam ukuran kecil yakni Dewa Ruci Akhirnya Bima berjumpa dengan sosok dewa yang lama dicarinya.
Dewa Ruci meminta Bima untuk masuk kedalam badannya, melalui telinga kirinya. Walaupun perintah itu tidak masuk akal, karena Bima percaya iapun menurutinya. Didalam tubuh Dewa Ruci yang kerdil itu Bima justru dapat menyaksikan alam semesta yang maha luas tetapi Bima dapat masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci dan menemukan dirinya berada pada suatu dunia yang sangat mengagumkan, damai, dan indah, dimana ia merasa sangat nyaman dan karena itu Bima ingin tetap tinggal disana. Dewa Ruci kemudian menjelaskan makna dari apa yang dilihatnya dan makna dari kehidupan. Menjawab keinginan Bima untuk tinggal disana, Dewa Ruci mengatakan ia boleh tinggal disana setelah kematiannya. Tetapi untuk saat ini, ia harus kembali ke bumi bersama dengan saudara-saudaranya untuk melaksakan kewajiban sebagai ksatria. Bima mengikuti Dewa Ruci dan kembali ke dunia nyata untuk melanjutkan perlawanannya memerangi kejahatan, membela saudara-saudaranya melawan Kurawa. Dewa Ruci memberinya wejangan yang begitu berharga yang bermanfaat untuk mengenali diri pribadinya dan mengerti akan makna hidupnya.
Lakon Dewa Ruci sarat dengan filsafat dan konsep religi khas Jawa. Dewa Ruci dianggap sebagai perlambangan dari pribadi Bima yang sesungguhnya. Dalam pewayangan hal tersebut diistilahkan dengan “sejatining pribadi”. Sejatining diri itulah yang menjadikan Bima berusaha menemukan sesuatu yang dianggapnya benar dan baik di dunia ini. Sejatining diri telah membuat Bima untuk bertekad melawan sesuatu yang dianggapnya buruk yaitu melawan kejahatan dan kemungkaran dimuka bumi. Itulah sebabnya tokoh Dewa Ruci hanya muncul sebagai pemeran utama dalam satu lakon saja. Meskipun demikian, dalam berbagai lakon yang menyangkut Bima nama Dewa Ruci terkadang juga disebut.
Di sebagian masyarakat Jawa Dewa Ruci sering dianggap sebagai lambang hati nurani yang ada pada setiap manusia. Dengan adanya nurani maka manusia dapat menimbang mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Makna "air kehidupan" yang dianggap terdapat di pegunungan Reksa Muka adalah merupakan simbol dari lima indera manusia. Dimana lima indra tersebut menggambarkann hawa nafsu manusia yang selalu tidak puas dan bersifat serakah. Untuk itu kelima indra harus dijaga supaya hidup tidak terjerumus kepada sesuatu yang buruk. Bila hawa nafsu dapat dikendalikan maka hidup di dunia akan merasa damai aman dan sentosa.
Sebagian dalang yang beragama Islam, terkadang juga memasukkan bagian-bagian ajaran agama Islam dalam wejangan yang disampaikan oleh Dewa Ruci pada Bima. Biasanya hal yang sering disampaikan adalah tentang kelengkapa rukun Islam, dan yang terutama adalah tentang syahadat.
Tokoh Dewa Ruci tidak terdapat dalam kitab Mahabarata, karena lakon carangan ini merupakan pelajaran filsafat khas Jawa, yang dikarang oleh para budayawan kita dahulu. Itulah sebabnya tidak jelas mengenai siapa orang tua dan asal-usul Dewa Bajang itu.



DAFTAR PUSTAKA

Pandam Guritno, Wayang Purwa Program (Festival of Indonesia: USA 1990-1991), Indonesia: Studio'80 Enterprise, 1991.
_______. Ensiklopedi Wayang Indonesia 1: a-b. Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI). Jakarta. 1999.
_______. Ensiklopedi Wayang Indonesia 2: c-d-e-f-g-h-i-j. Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI). Jakarta. 1999.
_______. Ensiklopedi Wayang Indonesia 5: t-u-w-y. Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI). Jakarta. 1999.
Suara Merdeka. Jumat, 09 Maret 2007.

www. wikipedia-wayang-dewa ruci. org

oleh : Aditya

Friday, March 12, 2010

Tari Calung


Tari Calung merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Sesuai dengan namanya, tarian ini diiringi dengan alat musik yang bernama calung yaitu gamelan bambu. Sebenarnya tari calung merupakan tarian yang sederhana. Tarian ini sangat fleksibel untuk dimainkan. Berapa jumlah orang yang mementaskan tarian ini tidak dibatasi. Pada suatu saat bisa dua orang, pada saat yang lain bisa mencapai sepuluh orang. Hal itu bergantung pada permintaan. Waktu yang diperlukan dalam pementasan ini juga tidak ditentukan berapa jam atau berapa lamanya bisa satu jam, dua jam atau bahkan berhari-hari. Apabila tari calung dimainkan oleh sepuluh orang maka sangat tidak mungkin diberikan waktu hanya satu jam. Tari calung memberi kesempatan kepada setiap pemainnya untuk menampakkan atau menampilkan karakter dari si pemain. Oleh karena itu jika dimainkan sepuluh orang tidak mungkin hanya satu jam.
Tema dan isi cerita yang diangkat dalam tarian ini juga sangat fleksibel. Tema yang dipilih bisa tema-tema kontemporer atau masa lampau, bisa tema-tema yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat. Tentu saja isi cerita dan tema yang dipilih berdasarkan kemampuan para pemain. Para pemain juga saling berdialog satu sama lain. Dialog yang dilakukan berupa hal-hal yang lucu atau banyolan.
Tari calung digolongkan sebagai kesenian rakyat tradisional. Hal ini dikarenakan tarian ini mereprestasikan kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Isi cerita dalam pementasan banyak menghadirkan realita dalam masyarakat.

Tamansiswa Wadah Intelektualitas awal Abad XX


Perguruan Tamansiswa melalui pendidikan ingin membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan yang dirasa telah sangat menekan rakyat. Perguruan Tamansiswa ini berhaluan anti kolonialisme, hal ini tercermin dalam tujuan pendidikan nasional Tamansiswa. Salah satu tujuan Tamansiswa ialah untuk menjadikan anak didik berjiwa merdeka lahir batin, luhur akal budi serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab.[1]

Pendidikan yang ada di Indonesia pada masa kebangkitan nasional sangat didominasi oleh sistem pendidikan kolonial. Dimana dalam pengajaran itu menggunakan budaya-budaya barat yang sangat tidak sesuai dengan budaya-budaya lokal yang ada. Regering, tucht, dan orde (perintah, hukuman dan ketertiban) ialah yang menjadi dasar-dasar pendidikan Barat.[2] Sehingga rakyat merasa sangat ditekan oleh kebijakan pemerintah kolonial ini. Ditambah lagi dengan biaya yang dibebankan bagi pelajar sangat tinggi.

Adanya kebutuhan akan pendidikan dan pengajaran bagi rakyat makin lama semakin bertambah besar. Pada zaman Belanda hal ini sebenarnya sudah tampak, walaupun hanya ada di kota-kota.

Sejak adanya politik etis, maka di daerah Hindia Belanda diperkenalkan suatu sistem pendidikan Barat, tetapi pemerintah hanya menyediakan dalam jumlah kecil, sehingga kebutuhan pendidikan sangat kurang. Pada masa ini, pendidikan hanya diberikan kepada sebagian kecil rakyat yang kelak dipersiapkan menjadi pelayan-pelayan dalam usahanya para kolonisator.[3] Mengingat pada waktu itu yang dibutuhkan pemerintah Hindia Belanda ialah tenaga kerja murah.

Berdirinya Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922 ini menjadi awal baru perjuangan Indonesia melalui pendidikan. Taman Siswa kemudian berkembang menjadi wadah intelektualitas masyarakat yang peduli akan nilai-nilai pendidikan dan kebudayaan.

[1]Hariyadi, Sistem Among: Dari Sistem Pendidikan ke Sistem Sosial. (Yogyakarta: Majelis Luhur Tamansiswa, 1985), hlm. 22.

[2] Madjelis Luhur Taman Siswa, Karya Ki Hajar Dewantara. (Yogyakarta: Madjelis Luhur Taman Siswa, 1961) , hlm. 13.

[3] ibid. hlm. 215
Related Posts with Thumbnails
 

About

Text

Recycle Posts Copyright © 2009 Communityiwanul